
Nenek renta ini bernama Ratu Selvi Langen Asih, ia adalah seorang
istri sekaligus ibu dari seorang anak perempuan yang kini sedang bekerja
di Jakarta. Penghasilannya cukup untuk membiayai kebutuhan hidup
sendiri, sedangkan suaminya yang dahulu bekerja sebagai kuli bangunan
kini sudah tidak bisa bekerja lagi akibat penyakit rematik dan asam urat
yang sudah kronis. Dalam urusan keuangan dan kebutuhan sehari-hari,
hanya mengandalkan istrinya sebagai tulang punggung keluarga.
Walaupun umurnya yang sudah setengah abad tidak menghalangi semangat
mencari rezeki demi memenuhi kebutuhan hidup keluarganya. Tidak ada
keinginan sedikit pun untuk meminta dan membebankan anaknya yang baru
bekerja. Maka berjualan kerupuk keliling UPI adalah satu-satunya hal
yang bisa ia lakukan layaknya seorang nenek renta dengan sebatas
pendidikan SMA.
Ratu tidak pernah bosan menjalani rutinitas barunya sebagai penjual
kerupuk keliling. Mulai dari urusan rumah tangga, sampai urusan keuangan
yang seharusnya dibebankan pada kepala rumah tangga. Terkadang ketika
tidak ingin berjualan, dia dan suaminya menyempatkan diri menengok
anaknya di Jakarta dua bulan sekali. Begitulah rutinitas yang dia jalani
sehari-hari.
Bagi dia, tidaklah gampang dengan tubuh yang sudah seharusnya banyak
beristirahat harus menjalani aktivitas yang demikian berat. Namun dia
hanya dapat bersabar menjalaninya. “Yaah paling nenek cuma bisa sabar
ajah dan berdoa minta berkah dari Allah,” ujarnya sembari tersenyum.
Sampai saat ini, memang tidak ada kendala yang berarti dalam masalah
ekonomi. Semua dijalani sebagaimana mestinya walaupun pada awalnya
terasa berat. Mengakhiri cerita, dia sebagai seorang Muslim mempunyai
satu keinginan yaitu pergi ke Mekah untuk pergi haji mengunjungi rumah
Allah SWT dan Nabi besar Muhammad saw. Walaupun dia sempat ragu dengan
keinginan tersebut karena keterbatasan keuangan, setidaknya dia berharap
dapat bertemu dengan Allah dan Nabi Muhammad di Surga Firdaus kelak.